Hari Pramuka ke-65, Jatim Perkuat Gerakan Swasembada Pangan
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 12 jam yang lalu
Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2026
Kominfo Jatim - Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Jawa Timur yang dibacakan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, H.M. Arum Sabil, pada Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (2/9/2026).
Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi Gerakan Pramuka dalam pembangunan, khususnya di bidang pangan dan pengembangan sumber daya manusia.
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan terdapat tiga arah penting yang perlu diperkuat Gerakan Pramuka. Pertama, memantapkan organisasi agar semakin modern dan profesional. Kedua, memberikan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan. Ketiga, menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045.
“Salah satu pesan utama Hari Pramuka tahun ini adalah swasembada pangan. Jawa Timur memiliki posisi yang sangat strategis, bukan lagi sekadar sebagai lumbung pangan nasional, tetapi sudah bergerak menuju kedaulatan pangan,” kata Khofifah dalam sambutannya.
Khofifah menjelaskan, kedaulatan pangan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi Jawa Timur dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Karena itu, Gerakan Pramuka diharapkan dapat mengambil bagian dalam berbagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan. Nilai-nilai yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan, seperti pengabdian, gotong royong, kedisiplinan, dan keterampilan, dinilai relevan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pangan.
Selain sektor pangan, Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi Gerakan Pramuka dengan perguruan tinggi, termasuk Unesa, dalam membuka akses pendidikan bagi anggota Pramuka berprestasi.
Ia menegaskan, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu investasi penting dalam menentukan masa depan Jawa Timur. Pendidikan dan pengembangan generasi muda diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan perubahan.
“Investasi terbaik bagi masa depan Jawa Timur adalah investasi pada manusia, yang nantinya melahirkan generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi mampu ikut menciptakan masa depan, mewujudkan Indonesia Emas 2045, sekaligus membawa Jawa Timur semakin maju sebagai Gerbang Baru Nusantara,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka menjadikan peringatan Hari Pramuka ke-65 sebagai momentum untuk memperkuat organisasi, membangun karakter, meningkatkan keterampilan, sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat.
“Mari jadikan Hari Pramuka ke-65 ini sebagai momentum untuk memantapkan organisasi, menguatkan karakter, meningkatkan keterampilan, menjaga ketahanan pangan, dan memperluas pengabdian. Selamat Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Teruslah belajar, berkarya, berinovasi, dan mengabdi,” pungkasnya.
Pada rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah juga memberikan sejumlah tanda penghargaan kepada tokoh dan pejabat yang dinilai berjasa dalam Gerakan Pramuka.
Lencana Melati diberikan kepada Nurhasan selaku Rektor Unesa, Aries Agung Paewai selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Erwin Asta Triyono selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Lencana Dharma Bakti diberikan kepada Ahmad Sruji Bahtiar selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Lencana Karya Bakti diberikan kepada Wahyu Kurniawan Pribadi, sedangkan Lencana Panca Warsa Utama diberikan kepada Muktim Utomo.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur juga dimeriahkan dengan atraksi penyelamatan yang ditampilkan Brigade Penolong 13 Nganjuk, penampilan seni budaya Reog Laskar Sawunggaling Unesa, serta Marching Band Gita Swara Nala SMAN Taruna Nala Jawa Timur.
