Dampak Geopolitik Global, Jatim Perkuat Stabilitas Ekonomi


Pemprov Jatim Bahas Mitigasi Dampak Geopolitik Global

Pemprov Jatim Bahas Mitigasi Dampak Geopolitik Global

Diskusi publik bertajuk silaturahmi mengenai mitigasi dan solusi dampak sosial ekonomi akibat ketegangan geopolitik global digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Kegiatan ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak serta para bupati dan wali kota se-Jawa Timur sebagai bentuk sinergi menghadapi dinamika global.

Dialog menghadirkan Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso sebagai narasumber utama yang bergabung secara daring. Sementara itu, narasumber yang hadir langsung di lokasi yakni Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ibrahim serta akademisi Universitas Airlangga Gigih Prihantono.

Dalam diskusi tersebut dibahas berbagai potensi dampak ketegangan geopolitik antara Amerika–Israel dan Iran terhadap perekonomian daerah, mulai dari kenaikan harga energi, gangguan rantai pasok, hingga potensi inflasi. Selain itu, turut dibahas langkah mitigasi seperti penguatan ketahanan pangan, stabilisasi harga, serta dukungan terhadap pelaku UMKM.

Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional dan daerah masih cukup kuat.

“Fundamental perekonomian kita saat ini secara makro masih sangat kuat. Berdasarkan hasil simulasi, dampak ketegangan geopolitik terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur relatif kecil, yakni sekitar 0,01–0,02 persen. Namun demikian, tetap perlu diantisipasi, khususnya pada kabupaten/kota yang memiliki kawasan industri atau KEK,” ujarnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Rabu (1/4/2026).

Gubernur Khofifah optimistis Jawa Timur mampu menghadapi dinamika global.

“Kami tetap optimis bahwa Jawa Timur mampu menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global. Dengan fundamental yang kuat serta sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, berbagai potensi dampak dapat diantisipasi dengan baik,” tuturnya.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun silaturahmi dan sinergi yang kuat antara pemerintah, otoritas ekonomi, dan akademisi guna menjaga stabilitas serta pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di tengah ketidakpastian global.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait