1.206 Warga Kangean Terlayani Yankes Bergerak Tahap III


Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III

Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III

Kominfo Jatim - Sebanyak 1.206 warga Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, mendapatkan pelayanan kesehatan melalui program Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 29 Agustus hingga 1 September 2026.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Cicik Swi Antika, S.KM., M.Kes., mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Pelayanan yang diberikan mencakup layanan spesialistik, kesehatan tradisional, serta pembinaan berbagai program kesehatan.

“Alhamdulillah, Pelayanan Kesehatan Bergerak di Pulau Kangean berjalan lancar dan sukses. Terima kasih kepada seluruh tim lintas instansi, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta masyarakat Pulau Kangean atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa,” ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Kamis (3/9/2026).

Dari total warga yang mendapatkan pelayanan, sebanyak 482 orang menerima layanan spesialistik. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan mata dan kacamata, telinga hidung tenggorokan (THT), gigi dan bedah mulut, paru, bedah, obgyn, poli nyeri anestesi, hingga deteksi dini gangguan pendengaran.

Layanan kesehatan mata menjadi salah satu yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Tim RS Mata Masyarakat Jawa Timur memberikan pemeriksaan dan tindakan di RS Abuya selama pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak.

Tercatat sebanyak 150 orang menjalani pemeriksaan mata. Dari jumlah tersebut, 26 orang menjalani operasi katarak dan lima orang menjalani operasi pterygium. Selain itu, sebanyak 33 orang dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dukungan terhadap kesehatan penglihatan juga diberikan melalui pembagian kacamata kepada 60 orang. Skrining dilakukan oleh refraksionis RS Mata Masyarakat Jawa Timur di RS Abuya serta refraksionis Puskesmas Arjasa dan Puskesmas Kangayan.

Pada layanan pendengaran, sebanyak 64 bayi dan balita mendapatkan deteksi dini gangguan pendengaran. Sementara itu, layanan terkait pendengaran juga diberikan kepada tujuh orang dewasa.

Pemeriksaan tersebut dilaksanakan di RS Abuya, Puskesmas Arjasa, dan Puskesmas Kangayan sebagai bagian dari upaya mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini.

Selain layanan spesialistik, masyarakat Pulau Kangean juga memperoleh layanan kesehatan tradisional berupa akupunktur dan akupresur.

Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak juga menjadi momentum untuk memperkuat sejumlah program kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan. Pembinaan yang dilakukan mencakup kesehatan jiwa, gizi serta kesehatan ibu dan anak, TBC, kusta, HIV, malaria, imunisasi, kesehatan tradisional, Telesapa Madura, Cek Kesehatan Gratis, hingga monitoring dan evaluasi RS Abuya.

Cicik menambahkan, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas instansi serta partisipasi masyarakat. Dukungan masyarakat Pulau Kangean dinilai menjadi bagian penting dalam kelancaran seluruh rangkaian pelayanan kesehatan.

Menurutnya, Pelayanan Kesehatan Bergerak menjadi salah satu upaya Pemprov Jatim menghadirkan pelayanan dengan pendekatan jemput bola, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Melalui program tersebut, layanan kesehatan yang membutuhkan dukungan tenaga maupun fasilitas spesialistik dapat lebih dekat dijangkau masyarakat.

Dengan total 1.206 warga yang telah mendapatkan pelayanan, Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III di Pulau Kangean diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan secara berkelanjutan.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait