HUT ke-81, Khofifah Ingin Pembangunan Jatim Beri Manfaat
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 20 jam yang lalu
Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi
Jatim Newsroom– Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pembangunan Jawa Timur tidak hanya diukur dari keberhasilan secara material, tetapi juga dari manfaat dan keberkahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Khataman Al-Qur’an oleh Hafizah dan Santunan Anak Yatim dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (3/10/2026).
“Keberkahan itu harus kita cari. Dan proses pencarian keberkahan itulah yang kita lakukan bersama melalui ikhtiar dan riyadhoh kepada Allah SWT,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, pembangunan Jawa Timur saat ini merupakan kelanjutan dari pondasi yang telah dibangun para pendahulu. Karena itu, setiap proses pembangunan harus diarahkan tidak hanya untuk mencapai keberhasilan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Jawa Timur dibangun oleh para pendahulu kita dengan memberikan penguatan pondasi sekaligus mengisi pembangunan. Pembangunan bukan hanya harus sukses, tetapi juga harus memberikan manfaat dan keberkahan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menekankan pentingnya membangun kesalehan melalui pendidikan, keteladanan, serta pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pembentukan karakter saleh dan salehah membutuhkan proses yang berkelanjutan.
“Kalau kuliah jurusan kedokteran ada berbagai bidang kedokteran, fakultas hukum ada berbagai jurusan, ada psikologi dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Tetapi jurusan untuk menjadi orang saleh dan salehah tidak ada. Karena itu, harus ada proses untuk membentuk kesalehan,” tuturnya.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada para ulama, ustaz, ustazah, hafizah, serta majelis taklim yang selama ini berperan dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Peran tersebut dinilai penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki karakter, keimanan, dan kepedulian sosial.
Ia berharap proses pembinaan keagamaan yang terus dilakukan dapat melahirkan generasi Jawa Timur yang saleh dan salehah serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
“Kalau ibunya salehah, bapaknya juga saleh, mudah-mudahan dianugerahi Allah putra-putri yang saleh dan salehah, yang memberikan manfaat dan keberkahan,” katanya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Selain khataman Al-Qur’an dan santunan anak yatim, kegiatan juga diisi dengan istighosah serta pembacaan Surat Yasin sebanyak 81 kali.
Sebanyak 81 hafizah turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, 81 anak yatim hadir dan menerima santunan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Khofifah menjelaskan, kehadiran anak-anak yatim tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk menitipkan doa bagi Jawa Timur pada momentum Hari Jadi ke-81. Ia mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan kemajuan serta ketenteraman Jawa Timur.
“Doakan Jawa Timur menjadi Jawa Timur yang memberikan manfaat dan keberkahan. Doakan Jawa Timur aman, berjalan dengan damai. Doakan rakyat Jawa Timur semakin sejahtera,” pesannya.
Tidak hanya mendoakan masyarakat, Khofifah juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para pemimpin di Jawa Timur agar senantiasa menjalankan amanah dan memperoleh perlindungan dari Allah SWT.
“Doakan seluruh pemimpin di Jawa Timur agar semuanya amanah dan mendapatkan perlindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga semuanya selamat di dunia dan selamat di akhirat, mulia di dunia dan mulia di akhirat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pengiriman doa melalui pembacaan Surat Al-Fatihah bagi para mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang telah wafat.
Momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi ruang untuk memperkuat ikhtiar pembangunan yang diiringi doa, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta kepedulian sosial. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Jatim berharap pembangunan Jawa Timur dapat terus menghadirkan kemajuan yang memberikan manfaat, ketenteraman, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
