Pemprov Jatim Gandeng TNI AL Gelar Bakti Sosial di Sumenep


Program Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur di Pantai Slopeng

Program Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur di Pantai Slopeng

Kominfo Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersinergi dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL), khususnya Kodaeral V dan Koarmada II, serta Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar program Sapa Bansos dan Bakti Sosial Jawa Timur di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang berorientasi pada pelayanan dan pemberian manfaat langsung bagi masyarakat.

Rombongan diberangkatkan menggunakan kapal perang KRI Makassar-590 dari Pangkalan Koarmada II, Surabaya, Selasa (13/10/2026) sore, menuju Kabupaten Sumenep. Pelayaran tersebut membawa misi kemanusiaan agar momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dapat dirasakan melalui berbagai program sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Selama pelayaran menuju Pulau Madura, para peserta mengikuti sarasehan bertajuk “Jatim Gerbang Baru Nusantara: The Next Level”. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan salat tahajud bersama sebagai ikhtiar memohon kelancaran dan keberkahan pelaksanaan seluruh agenda bakti sosial.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim), Adhy Karyono, menjelaskan sebelum keberangkatan bahwa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tahun ini difokuskan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ia menegaskan, orientasi perayaan tidak hanya pada seremoni, tetapi juga pada pelayanan dan pemenuhan kebutuhan warga. Karena itu, berbagai kegiatan bakti sosial dipusatkan di Pantai Slopeng, Sumenep, dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah dan unsur terkait.

Melalui sinergi pemerintah daerah, TNI AL, dan berbagai pihak, kehadiran Pemprov Jatim dalam peringatan hari jadi diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk pelaksanaan pada Rabu (14/10/2026). Adhy Karyono menyebutkan, program tersebut meliputi Sapa Bansos, sunatan massal, penyaluran bantuan sosial, pasar murah, layanan kesehatan, bedah rumah, serta penyediaan air bersih.

Intervensi sosial lainnya mencakup layanan omah terapi, pemeriksaan kesehatan gratis, penanganan dan pencegahan stunting, penyaluran alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas, serta program PKH Plus untuk lanjut usia.

Pemprov Jatim juga menyiapkan bantuan pemberdayaan nelayan, alat dan mesin pertanian (alsintan), zakat produktif, beasiswa, program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP), layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD), perpustakaan keliling, serta dapur airku bagi masyarakat setempat.

Adhy Karyono menjelaskan, pemilihan Sumenep dan wilayah Madura sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada evaluasi kondisi sosial masyarakat, termasuk indikator kemiskinan dan kesehatan yang masih memerlukan perhatian. Melalui kegiatan terpadu ini, pemerintah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar dan bantuan sesuai kebutuhan.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting bagi kolaborasi Pemprov Jatim dengan unsur TNI AL, termasuk Koarmada II dan jajaran beserta tim kesehatannya, dalam penyelenggaraan bakti sosial berskala besar.

Ke depan, Adhy memastikan kegiatan terpadu yang menggabungkan layanan kesehatan, pelayanan sosial, dan penyaluran bantuan akan dikembangkan menjadi agenda rutin. Program ini tidak hanya menyasar Madura, tetapi juga direncanakan menjangkau wilayah lain yang membutuhkan percepatan peningkatan kesejahteraan.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian berikutnya antara lain Kabupaten Malang bagian selatan, Jember, dan Situbondo. Pemprov Jatim berkomitmen terus mengidentifikasi daerah yang memerlukan intervensi serupa agar pelayanan publik dan bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata di seluruh Jawa Timur.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait