Sarasehan HUT ke-81 Jatim Perkuat Gerbang Baru Nusantara
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 14 jam yang lalu
Sarasehan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur
Kominfo Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat peran daerah dalam pembangunan nasional melalui pengembangan konsep Gerbang Baru Nusantara. Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang menjadi forum untuk menyatukan gagasan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan merumuskan arah pembangunan berkelanjutan. Kegiatan berlangsung di KRI Makassar-590, Selasa (13/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menekankan pentingnya komunikasi pemerintah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan program, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah menyampaikan informasi secara efektif sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Sekali lagi, komunikasi, strategi komunikasi, dan mendengar menjadi hal penting. Pemerintah dengan transformasinya sekarang bukan lagi menurut kita, tetapi bagaimana mendengar masyarakat yang membutuhkan. Apa pun yang kita lakukan akan menjadi hebat, tetapi kalau masyarakat tidak terinformasi, mereka tidak bisa melakukan aktivitas yang menjadi bagian penting dari peran pemerintah sebagai enabler,” ujarnya.
Dalam sarasehan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim, memaparkan konsep Gerbang Baru Nusantara sebagai identitas sekaligus strategi marketing places Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa pengembangan konsep tersebut perlu mengintegrasikan pengalaman masa lalu, kondisi saat ini, dan visi masa depan agar pembangunan memiliki identitas serta tujuan jangka panjang yang jelas.
Surokim juga menyoroti pentingnya penyusunan visi pembangunan untuk lima hingga sepuluh tahun mendatang. Visi tersebut perlu didukung kontribusi nyata organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain melalui penerapan praktik terbaik dan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan serta tantangan masa depan.
Perspektif komunikasi publik disampaikan pengamat dan praktisi komunikasi politik Universitas Airlangga, Suko Widodo. Ia menekankan perlunya perubahan pola komunikasi pemerintah dari penyampaian informasi satu arah menjadi komunikasi dua arah yang membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, dan masukan.
Menurutnya, penguatan komunikasi publik dapat dilakukan melalui pembiasaan budaya mendengarkan, pemanfaatan media sosial dan jejaring masyarakat, serta pelibatan generasi muda dalam pembangunan. Narasi pembangunan juga perlu menonjolkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, dengan dukungan riset dan data akurat agar kebijakan serta program pemerintah sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Dari sektor industri dan perdagangan, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, memaparkan strategi perluasan pasar dan peningkatan daya saing produk daerah. Pada 2025, perputaran ekonomi Jawa Timur tercatat mencapai Rp3.400 triliun, dengan sektor industri, perdagangan, dan pertanian sebagai bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Strategi penguatan ekonomi tersebut dilakukan melalui perluasan misi dagang antardaerah dan luar negeri, peningkatan keterlibatan pelaku usaha, serta penguatan ekosistem ekonomi domestik. Upaya lainnya mencakup pelaksanaan pasar murah yang melibatkan sekitar 90 ribu peserta dan 2.590 UMKM.
Selain itu, Jawa Timur menjalin kerja sama dengan 38 lembaga perwakilan di luar negeri dan atase perdagangan untuk memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang perdagangan yang lebih luas sekaligus memperkuat daya saing produk Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, menjelaskan bahwa konektivitas transportasi merupakan faktor penting dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang Nusantara menuju gerbang dunia. Infrastruktur transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian berperan menghubungkan pusat-pusat ekonomi serta memperlancar distribusi logistik nasional.
Pengembangan transportasi publik juga menjadi perhatian, antara lain melalui penguatan layanan Trans Jatim, integrasi angkutan pengumpan (feeder), rencana pembangunan Surabaya Regional Rail Line (SRRL) pada 2028, serta pengembangan jalur kereta api dan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD).
Integrasi berbagai moda transportasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar mobilitas barang dan orang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing Jawa Timur.
Dukungan terhadap pelaksanaan sarasehan juga disampaikan Komandan KRI Makassar-590, Letkol Laut (P) Widi Aditya. Ia mengungkapkan kebanggaannya karena KRI Makassar dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan jajaran pemerintah daerah dan akademisi tersebut.
“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami, seluruh prajurit KRI Makassar, dapat mendukung kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kami akan memberikan yang terbaik demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan. Semoga ini menjadi cerita yang baik, pengalaman yang bagus bagi kita, pengalaman yang bisa diceritakan kepada keluarga kita ketika nanti selesai acara,” tuturnya.
Sarasehan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang mengusung tema “Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Melalui forum ini, Pemprov Jatim bersama akademisi dan perangkat daerah menyelaraskan berbagai perspektif mengenai penguatan Gerbang Baru Nusantara, mulai dari identitas dan arah pembangunan, komunikasi publik, pengembangan industri dan perdagangan, hingga konektivitas transportasi.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi pembangunan daerah, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta meningkatkan kontribusi Jawa Timur dalam mendorong pertumbuhan dan pembangunan nasional.
