Program SIKAP Dorong Sekolah Jadi Ruang Belajar Pertanian


Talk Show Merawat Bumi Majapahit

Talk Show Merawat Bumi Majapahit

Kominfo Jatim - Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) mendorong pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai ruang pembelajaran pertanian dan perkebunan produktif. Melalui program ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal menghadapi tantangan masa depan.

Hal tersebut dibahas dalam Talk Show Merawat Bumi Majapahit bertema “SIKAP: Sekolah yang Menumbuhkan Keterampilan untuk Masa Depan” di Surabaya, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, Ujang Yusmeidi, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program prioritas Agropreneur Muda yang berpotensi disinergikan dengan pelaksanaan SIKAP. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan bidang perkebunan kepada generasi muda sekaligus membuka wawasan mengenai potensi budidaya dan peluang usaha.

“Dinas Perkebunan mempunyai program prioritas yakni program Agropreneur Muda, kami siap jemput bola dan siap berkolaborasi untuk mensukseskan program Agropreneur Muda,” kata Ujang.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Mustakim, menegaskan bahwa SIKAP tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa, tetapi juga pembentukan sikap serta karakter. Karena itu, diperlukan penguatan pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh satuan pendidikan.

“Program SIKAP ini tidak hanya pengetahuan kognitif, tidak hanya keterampilan, tapi juga mampu bersikap, membentuk karakter sehingga perlu ada arah-arah penguatan. Kita harus bisa membuktikan bahwa program SIKAP ini benar-benar berdampak, kita berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem dan membangun keterampilan serta mewujudkan sekolah yang berdaya, yang mandiri, juga sustainable,” ujar Mustakim.

Dari sisi ketahanan pangan, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Prasojo Bayu Suwondo, berharap SIKAP dapat membekali siswa dengan kemampuan dasar budidaya tanaman yang bisa diterapkan di lingkungan keluarga. Keterampilan tersebut juga diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk berkontribusi di masyarakat dan mengenali pilihan profesi di masa mendatang.

“Kami sangat berharap program SIKAP ini mampu menciptakan generasi muda khususnya siswa didik, memiliki kemampuan dasar untuk melakukan budidaya tanaman di level keluarga. Karena memang program ini nantinya menjadi pijakan selanjutnya bagi mereka untuk bersosialisasi di masyarakat, yang selanjutnya bisa bermanfaat untuk memilih profesi,” ungkap Prasojo.

Melalui integrasi pembelajaran teori dan praktik, SIKAP memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal kegiatan pertanian dan perkebunan secara langsung. Pembelajaran ini mencakup keterampilan budidaya tanaman, pengenalan teknologi pertanian modern, hingga pengolahan hasil. Pemanfaatan lingkungan sekolah juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian terhadap ketahanan pangan dan memperkenalkan potensi kewirausahaan sejak dini.

Kolaborasi lintas perangkat daerah diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembelajaran SIKAP, sehingga sekolah mampu mengembangkan keterampilan siswa secara berkelanjutan. Sinergi tersebut sekaligus menjadi langkah untuk mendorong terwujudnya generasi muda yang terampil, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian serta ketahanan pangan.

Talk Show Merawat Bumi Majapahit ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait