HUT ke-81 Jatim, Khofifah Ungkap Capaian Ekonomi & Infrastruktur
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 20 jam yang lalu
Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya
Kominfo Jatim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jawa Timur dalam Upacara Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026). Berbagai capaian tersebut mencakup penurunan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi, perdagangan, hingga pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah.
Khofifah menyampaikan bahwa pembangunan Jawa Timur terus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas pemerataan manfaat pembangunan. Sejumlah indikator yang dipaparkan menjadi gambaran perkembangan berbagai sektor pembangunan daerah dalam satu tahun terakhir. Dari aspek kesejahteraan, tingkat kemiskinan Jawa Timur per Maret 2026 tercatat sebesar 9,06 persen, turun dibandingkan 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem tercatat sebesar 0,29 persen pada 2025, dengan rasio Gini mencapai 0,365 sebagai salah satu indikator ketimpangan pendapatan.
Upaya pengentasan kemiskinan turut dilakukan melalui program perlindungan dan pemberdayaan sosial. Sebanyak 89.718 penerima manfaat telah mendapatkan dukungan melalui program PKH Plus, Jatim Puspa Plus, serta bantuan bagi penyandang disabilitas. Selain itu, peningkatan kualitas hidup masyarakat didorong melalui program Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), jambanisasi, dan penanganan kawasan permukiman kumuh. Berbagai program tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan lingkungan yang sehat, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah.
Di sektor pangan, Jawa Timur terus memperkuat kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan nasional. Sepanjang 2025, produksi Gabah Kering Giling (GKG) mencapai lebih dari 10,4 juta ton, setara dengan kontribusi 17,34 persen terhadap kebutuhan beras nasional. Jawa Timur juga menempati posisi teratas secara nasional pada sejumlah komoditas, di antaranya jagung, tebu, daging, susu, telur, dan perikanan.
Sejalan dengan capaian produksi tersebut, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat sebesar 113,28, sedangkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) mencapai 105,32. Peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperkuat agar pertumbuhan produksi turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang bergerak di sektor pangan. Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jatim mendorong pengembangan Jatim Agro-Hub melalui modernisasi irigasi, hilirisasi produk pertanian, serta pengembangan generasi petani muda. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil produksi sekaligus mendorong pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dari sisi ekonomi, Jawa Timur mencatat pertumbuhan sebesar 5,84 persen pada Semester I 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,45 persen. Kontribusi Jawa Timur terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 14,34 persen, sedangkan terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 25,40 persen. Realisasi investasi hingga Semester I 2026 mencapai Rp72,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 135.651 orang. Penguatan sektor industri juga didukung melalui pengembangan 13 kawasan industri, dua kawasan ekonomi khusus, serta Kawasan Industri Halal. Pengembangan kawasan industri dan hilirisasi diharapkan dapat memperluas keterlibatan pemasok lokal, membuka kesempatan kerja, serta meningkatkan nilai tambah produk daerah. Dengan demikian, aktivitas investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha dan tenaga kerja lokal.
Pada sektor perdagangan, nilai ekspor Jawa Timur hingga Agustus 2026 mencapai USD 18,61 miliar. Jawa Timur juga berperan dalam mendukung rantai pasok nasional dengan menyuplai hampir 80 persen kebutuhan logistik di 17 provinsi di Indonesia. Peran tersebut memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu simpul perdagangan dan distribusi nasional. Konektivitas logistik yang didukung jaringan distribusi antardaerah turut membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi hasil produksi petani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sektor industri.
Dalam pembangunan infrastruktur, Khofifah menyoroti pentingnya pemerataan konektivitas, terutama di wilayah selatan Jawa Timur, Madura, kawasan pesisir, dan kepulauan. Peningkatan akses transportasi menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan daerah dalam mengembangkan investasi, pariwisata, perdagangan, serta pelayanan dasar. Salah satu capaian yang dipaparkan adalah tersambungnya Jalan Pantai Selatan (Pansela) di Kabupaten Tulungagung sepanjang 51,56 kilometer. Selain itu, segmen Gending–Paiton pada Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi sepanjang sekitar 24 kilometer telah dibuka untuk uji coba.
Modernisasi fasilitas pelabuhan laut di Probolinggo, Boom, Sapeken, dan Brondong juga terus dilakukan. Upaya serupa mencakup pengembangan fasilitas penyeberangan Paciran dan Jangkar untuk mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang. Berbagai pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Pemerataan konektivitas diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pusat ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan transportasi dan distribusi.
Memasuki usia ke-81, pembangunan Jawa Timur diarahkan agar pertumbuhan ekonomi, peningkatan produksi, penguatan infrastruktur, dan program kesejahteraan sosial berjalan beriringan. Capaian pembangunan tidak hanya tercermin melalui indikator statistik, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperluas kesempatan ekonomi di berbagai daerah. Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi arah untuk melanjutkan pembangunan daerah dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, memperkuat daya saing, serta mendorong kemajuan yang manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
