Pemprov Jatim Gelar Penghargaan Lingkungan Hidup 2025
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 02 Jan 2026 16.11 WIB
Pemprov Jatim Gelar Penghargaan Lingkungan Hidup 2025 dan Resmikan Masjid Nurul Hayat
Kominfo Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur menggelar Penyerahan Penghargaan Lingkungan Hidup Tahun 2025 sekaligus meresmikan Masjid Nurul Hayat serta revitalisasi Kantor DLH Provinsi Jawa Timur, di Surabaya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya, menyampaikan, bahwa keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan hidup tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kekuatan kita ada ketika kita bersinergi dan berkolaborasi. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, baik pemerintah, dunia usaha, dunia pendidikan, komunitas, maupun masyarakat,” tegas Khofifah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan, mulai dari program Adiwiyata, Eco Pesantren, pengelolaan sampah, hingga Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup (PFLH). Menurutnya, penghargaan bukan sekadar piagam, melainkan pengakuan atas dedikasi nyata dalam menjaga lingkungan di tengah tantangan sampah dan perubahan iklim. Kegiatan ini merupakan bentuk rekognisi dan apresiasi Pemprov Jatim kepada individu, kelompok, serta desa dan kelurahan yang dinilai berprestasi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup di wilayah Jawa Timur.
Dalam ajang Jatim Environment Award 2025, penghargaan diberikan melalui sejumlah kategori program unggulan. Salah satunya Penghargaan Desa/Kelurahan Berseri yang dianugerahkan kepada 115 desa dan kelurahan, terdiri atas 41 kategori Mandiri, 58 kategori Madya, dan 16 kategori Pratama, atas keberhasilan mewujudkan lingkungan bersih dan sehat berbasis partisipasi masyarakat. Selain itu, Jawa Timur juga mencatatkan capaian 280 Penghargaan Adiwiyata Nasional, yang terdiri dari 186 kategori Adiwiyata Nasional dan 94 kategori Adiwiyata Mandiri. Penghargaan ini diberikan kepada satuan pendidikan yang konsisten menerapkan prinsip peduli dan berbudaya lingkungan.
Penghargaan lainnya diberikan melalui program Eco Pesantren kepada 20 pondok pesantren, masing-masing 10 kategori Pratama dan 10 kategori Rintisan, yang dinilai berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan praktik pelestarian lingkungan hidup. Pemprov Jatim juga memperoleh 20 sertifikat Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama sebagai bentuk pengakuan atas aksi nyata masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sementara itu, penghargaan Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup (PFLH) diberikan kepada 10 individu atau kelompok yang menunjukkan dedikasi berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menjadi tahapan menuju penghargaan Kalpataru tingkat nasional. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah meresmikan Masjid Nurul Hayat di lingkungan Kantor DLH Provinsi Jawa Timur yang diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual bagi seluruh pegawai. Peresmian juga dilakukan terhadap kantor DLH Jatim yang telah direvitalisasi sebagai bagian dari transformasi organisasi menuju lingkungan kerja yang lebih modern, adaptif, dan kolaboratif.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah juga mengingatkan masyarakat Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem pada awal tahun 2026. Berdasarkan data BMKG Juanda, intensitas hujan pada Januari diperkirakan meningkat hingga 58 persen, hampir tiga kali lipat dibandingkan Desember.
“Pemprov Jawa Timur telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak awal Desember untuk mengendalikan curah hujan dan meminimalkan risiko banjir. Namun, cuaca ekstrem seperti angin kencang dan fenomena siklon tetap perlu diwaspadai bersama,” jelasnya, melalui laman Dinas Kominfo Jatim, dilansir (2/1/2026).
Menutup sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan Masjid Nurul Hayat, seraya berharap masjid tersebut menjadi amal jariyah serta pusat keberkahan bagi seluruh keluarga besar DLH Provinsi Jawa Timur. Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur Dr. Nurkholis menyampaikan bahwa revitalisasi bangunan tersebut merupakan komitmen pimpinan dalam menghadirkan ruang kerja yang inklusif guna mendorong kreativitas serta meningkatkan efisiensi dan kinerja pegawai.
