Pasar Murah ke-84 di Pamekasan Catat Transaksi Rp74 Juta
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Gelaran Pasar Murah ke-84 Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Kominfo Jatim – Gelaran Pasar Murah ke-84 Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, mencatat transaksi hingga Rp74,1 juta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dari total transaksi tersebut, penjualan komoditas bahan pokok mencapai Rp67.942.000, sedangkan transaksi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat sebesar Rp6.241.000.
Sejumlah komoditas kebutuhan pokok yang disediakan dalam pasar murah mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Beras SPHP sebanyak 800 sak habis terjual dengan nilai transaksi Rp44 juta. Selain itu, beras premium sebanyak 100 sak juga ludes terjual dengan nilai transaksi Rp7 juta.
Tidak hanya beras, berbagai komoditas lain seperti gula sebanyak 200 kilogram, minyak goreng 408 liter, telur ayam ras 200 kilogram, bawang merah 20 kilogram, bawang putih 20 kilogram, tepung 60 kilogram, cabai rawit merah 15 kilogram, serta cabai merah besar 15 kilogram juga habis terjual.
Sementara itu, komoditas daging ayam ras yang dijual dengan harga Rp32.000 per kilogram dari total stok 120 kilogram berhasil terjual sebanyak 79 kilogram dengan nilai transaksi Rp2.528.000.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Pasar murah ini pada dasarnya untuk memperluas jangkauan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Harapannya daya beli masyarakat semakin kuat dan stabilisasi harga dapat terus kita lakukan,” ujar Khofifah, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, pelaksanaan pasar murah juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan selaras dengan arahan pemerintah pusat melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Menteri Dalam Negeri.
Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Pasar Murah Pemprov Jatim juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pemasaran produk lokal.
Produk-produk UMKM yang ditampilkan sebelumnya telah melalui proses kurasi dan pendampingan agar memiliki daya saing lebih tinggi serta berpeluang mengikuti misi dagang yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Khofifah menambahkan, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Jawa Timur menjadi produsen beras terbesar di Indonesia selama tujuh tahun berturut-turut, produsen jagung terbesar nasional, menyumbang hampir 51 persen produksi gula konsumsi nasional, menjadi penghasil telur terbesar, serta memiliki populasi sapi sekitar 3,6 juta ekor yang merupakan jumlah tertinggi di Indonesia.
Melalui pelaksanaan pasar murah secara berkelanjutan di berbagai daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga, inflasi dapat dikendalikan, daya beli masyarakat semakin meningkat, serta pelaku UMKM memperoleh peluang lebih besar untuk berkembang.
