Khofifah Tutup JCFF 2026, UMKM Kopi Jatim Bidik Pasar Global


Penutupan Java Coffee & Flavors Festival (JCFF) 2026

Penutupan Java Coffee & Flavors Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya

Kominfo Jatim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri penutupan Java Coffee & Flavors Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya. Kehadiran Gubernur menandai berakhirnya festival yang selama tiga hari menjadi ruang promosi dan kolaborasi bagi pelaku usaha kopi, teh, kakao, serta rempah-rempah dari berbagai daerah di Indonesia.

Partisipasi Gubernur Khofifah menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap penguatan komoditas unggulan daerah sekaligus pengembangan UMKM agar semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar ekspor.

Memasuki penyelenggaraan kelima, JCFF 2026 mengusung tema From Local Flavor to Global Horizon. Festival ini mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekosistem agroindustri yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan berakhirnya rangkaian festival bukan berarti berhentinya upaya mendorong daya saing UMKM dan komoditas unggulan nasional.

"Hari ini yang berakhir hanyalah seremoninya. Semangat membangun UMKM dan membawa produk Indonesia ke pasar dunia harus terus berlanjut," ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, sejak pertama kali digelar pada 2022, JCFF mengalami perkembangan yang signifikan. Festival yang semula berfokus pada promosi kopi melalui konsep Java Coffee Culture kini berkembang menjadi wadah penguatan ekosistem komoditas unggulan yang mencakup kopi, teh, kakao, cokelat, dan berbagai rempah Nusantara.

Menurut Ibrahim, transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah komoditas melalui penguatan kualitas produk, inovasi, hilirisasi, hingga perluasan akses pasar.

"JCFF bukan sekadar festival, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membawa komoditas unggulan Jawa Timur menuju pasar global," tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan ekonomi dapat dianalogikan seperti menyeduh secangkir kopi berkualitas yang membutuhkan proses, ketelitian, dan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara petani, UMKM, pemerintah, perbankan, akademisi, komunitas, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.

 

Dorong Hilirisasi dan Digitalisasi

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, yang secara resmi menutup JCFF 2026, menegaskan bahwa festival tersebut telah berkembang menjadi platform strategis dalam memperkuat ekosistem komoditas unggulan Indonesia.

Menurutnya, penyelenggaraan JCFF memiliki tiga tujuan utama, yakni memperkenalkan nilai dan filosofi kopi serta rempah Indonesia kepada masyarakat, mendorong pengembangan industri kopi dari hulu hingga hilir, serta membangun ekosistem yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku UMKM.

Melalui tema From Local Flavor to Global Horizon, Bank Indonesia ingin mendorong komoditas lokal Indonesia memiliki daya saing global melalui peningkatan kualitas, inovasi produk, dan penguatan jejaring bisnis.

Filianingsih menilai Pulau Jawa memiliki potensi besar sebagai sentra produksi kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah. Namun, potensi tersebut perlu diperkuat melalui hilirisasi agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang kompetitif di pasar internasional.

Selain penguatan sektor riil, Bank Indonesia juga terus memperluas digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Saat ini, layanan QRIS telah dapat digunakan untuk transaksi lintas negara di sejumlah negara mitra sehingga memudahkan masyarakat melakukan pembayaran internasional secara praktis melalui telepon seluler.

Selama tiga hari pelaksanaan, JCFF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari business matching pembiayaan bersama perbankan, workshop, talkshow, edukasi sensory mapping, pelatihan strategi pemasaran kopi, hingga home brewing. Festival juga diramaikan sejumlah kompetisi, seperti Latte Art Competition, AeroPress Championship, Cupping Test, dan Flavor Innovation Challenge yang melibatkan pelaku industri serta komunitas kopi dari berbagai daerah.

Melalui penyelenggaraan JCFF 2026, Bank Indonesia berharap ekosistem kopi, teh, kakao, dan rempah Indonesia semakin kuat, mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM, sekaligus memperluas daya saing produk lokal di pasar global.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait