Telesapa di Puskesmas Arjasa, Perkuat Konsultasi Medis di Kangean


Telesapa di Puskesmas Arjasa

Telesapa di Puskesmas Arjasa

Kominfo Jatim - Layanan Kesehatan Bergerak Tahap III Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Program tersebut juga memperkuat akses tenaga kesehatan terhadap layanan konsultasi dokter spesialis melalui kegiatan Telesapa yang berlangsung di Puskesmas Arjasa.

Melalui layanan konsultasi jarak jauh ini, dokter umum di puskesmas dapat berdiskusi langsung dengan dokter spesialis dari rumah sakit rujukan terkait kondisi dan penanganan pasien. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan geografis wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan jarak dan waktu menuju fasilitas kesehatan rujukan.

Pada pelaksanaan Telesapa kali ini, konsultasi mencakup dua bidang layanan, yakni jantung dan saraf. Konsultasi kasus jantung dilakukan bersama dr. Hayla Iqda Millisani, Sp.JP dari RSUD M. Noer Pamekasan. Sementara untuk kasus saraf, konsultasi dilakukan bersama dr. Dian Puspitarini, Sp.S dari rumah sakit yang sama.

Konsultasi dilakukan oleh dokter umum Puskesmas Arjasa, dr. Zida Shofy Husnayain atau dr. Shofy, dengan membahas sejumlah kasus yang berasal dari Puskesmas Arjasa dan Puskesmas Kangayan.

Berdasarkan data pelayanan, terdapat delapan kasus yang dikonsultasikan melalui Telesapa. Dari jumlah tersebut, tiga merupakan kasus jantung, terdiri atas satu kasus dari Puskesmas Kangayan dan dua kasus dari Puskesmas Arjasa.

Sementara itu, lima kasus lainnya merupakan kasus saraf, dengan rincian dua kasus dari Puskesmas Kangayan dan tiga kasus dari Puskesmas Arjasa.

Ketua Tim Kerja Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, drg. Diana Yulias, mengatakan perkembangan teknologi digital perlu dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah dengan tantangan geografis seperti kepulauan.

“Perkembangan fasilitas digital perlu kita manfaatkan untuk mendukung pelayanan medis. Melalui konsultasi jarak jauh, tenaga kesehatan di daerah dapat lebih mudah berkomunikasi dengan dokter spesialis sehingga penanganan pasien dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.”

Menurut Diana, pemanfaatan teknologi dalam layanan kesehatan juga dapat memperkuat jejaring pelayanan antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan rumah sakit rujukan.

Melalui Telesapa, dokter di puskesmas memperoleh masukan dari dokter spesialis mengenai kondisi pasien, hasil pemeriksaan, hingga langkah penanganan yang perlu dilakukan. Konsultasi tersebut sekaligus membantu tenaga kesehatan menentukan apakah pasien masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan setempat atau memerlukan rujukan lebih lanjut.

Pemanfaatan layanan digital menjadi semakin penting bagi pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Kendala jarak dan waktu menuju fasilitas kesehatan rujukan dapat diminimalkan melalui komunikasi serta konsultasi medis berbasis teknologi.

Telesapa menjadi salah satu rangkaian dalam Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III Pemprov Jatim di Pulau Kangean. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan serta jejaring pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.

Melalui pemanfaatan teknologi digital tersebut, Pemprov Jatim terus mendorong peningkatan kualitas dan pemerataan akses pelayanan kesehatan. Dengan demikian, masyarakat di wilayah kepulauan tetap dapat memperoleh penanganan medis yang sesuai dengan kebutuhan, meskipun berada jauh dari fasilitas kesehatan rujukan.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait