Kominfo Jatim Sosialisasi JPRA 2026, Humas Harus Lebih Kreatif
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 10 jam yang lalu
Kominfo Jatim Sosialisasi JPRA 2026
Kominfo Jatim - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Dinas Kominfo Jatim) menggelar Sosialisasi Jatim Public Relations Award (JPRA) 2026 yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju, dan Berkelanjutan” di Kantor Dinas Kominfo Jatim, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, serta Komunitas Informasi Masyarakat (KIM).
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengatakan JPRA 2026 menjadi pemicu bagi para pengelola media komunikasi publik untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan informasi sekaligus memperkuat dampak komunikasi kepada masyarakat.
"JPRA ini menjadi pemicu teman-teman semua untuk naik kelas. JPRA Tahun 2026 ini bukan lagi sekadar mengunggah konten, tetapi bagaimana media sosial kita berdampak dan mengikutsertakan partisipasi publik. Garis besar transformasi JPRA 2022 – 2026, bukan hanya berubah kategori tetapi berubah cara memandang kinerja humas, mulai dari karya, performa, strategi, evaluasi, dampak, dan partisipasi publik, " kata Sherlita.
Sherlita juga menegaskan proses penilaian JPRA 2026 dilakukan secara independen. Penilaian sepenuhnya diserahkan kepada dewan juri independen yang terdiri dari unsur akademisi, praktisi kehumasan, dan praktisi media tanpa intervensi internal.
Perkuat Kualitas Karya dan Konten
Ketua Tim Kerja Kemitraan Komunikasi Lembaga Dinas Kominfo Jatim, Eko Setiawan, menjelaskan bahwa kualitas teknis dan visual menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam penilaian JPRA 2026.
Menurutnya, penilaian tidak hanya melihat tampilan karya, tetapi juga kualitas teknis serta kemampuan karya dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Pada unsur pesan dan konten, penilaian mencakup orisinalitas, kekuatan storytelling, relevansi isu, akurasi data, kelengkapan informasi, serta kesesuaian karya dengan tema JPRA 2026.
"Melalui penyempurnaan kriteria dan penambahan sasaran peserta hingga tingkat Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), kami berharap JPRA 2026 dapat melahirkan inovasi komunikasi publik yang inklusif, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan informasi masyarakat Jawa Timur," kata Eko.
Sementara itu, Ketua Perhumas Surabaya, Indriani Siswati, menyampaikan bahwa perancangan kampanye publik perlu berorientasi pada pemecahan masalah dengan berbasis isu nyata serta human insight. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan persepsi hingga perilaku masyarakat secara berkelanjutan.
Akademisi komunikasi dari Unesa, Puteri Aisyiyah Rachma, mengatakan pergeseran tolok ukur public engagement di era digital tidak lagi hanya berpatokan pada jumlah likes atau views. Menurutnya, tingkat kepercayaan dan aksi nyata publik menjadi bagian penting dalam melihat keberhasilan komunikasi.
Ia juga mengajak humas pemerintah meninggalkan press release syndrome dan mengembangkan pendekatan komunikasi yang lebih relevan dengan karakteristik masyarakat di era digital.
Sedangkan Founder Good News From Indonesia, Akhyari Hananto, menyampaikan bahwa pengelolaan media sosial yang efektif perlu dilakukan secara konsisten, terencana, profesional, dan relevan.
Konsistensi ditunjukkan dengan menjaga akun tetap aktif dan diperbarui secara berkala. Sementara aspek perencanaan mencakup penyusunan content plan yang terstruktur. Dari sisi profesional dan relevansi, tampilan visual, kombinasi warna, hingga pemilihan topik perlu disusun secara rapi dan sesuai dengan karakter audiens.
Lima Kategori Lomba
Pada JPRA 2026, terdapat lima kategori yang dapat diikuti, yakni Website, Media Sosial, Konten Video Kreatif, Media Audio Visual, dan Program Komunikasi Publik.
Adapun rangkaian JPRA 2026 diawali dengan sosialisasi pada 21 September 2026. Pendaftaran berlangsung pada 21–27 September, dilanjutkan pengiriman karya pada 19–24 Oktober dan proses penjurian pada 25–31 Oktober. Sementara itu, kegiatan awarding dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
JPRA merupakan ajang penghargaan tahunan bagi praktisi humas pemerintah sekaligus menjadi salah satu tolok ukur kinerja dalam menjalankan fungsi diseminasi informasi. Ajang tersebut mendorong pengelola komunikasi publik untuk menyampaikan program, kebijakan, capaian, dan prestasi pemerintah kepada masyarakat secara efektif.
Tema JPRA 2026, “Jatim Unggul, Maju, dan Berkelanjutan”, menggambarkan tekad Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan melalui penguatan daya saing daerah, inovasi, dan transformasi di berbagai sektor.
Tema tersebut sekaligus mencerminkan semangat untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang melalui komunikasi publik yang semakin adaptif, inklusif, dan berdampak.
