3 Starlink Hadir di Kangean, Perkuat Layanan Kesehatan Digital


Perangkat Starlink diserahkan Diskominfo Provinsi Jawa Timur kepada Puskesmas di Pulau Kangean

Perangkat Starlink diserahkan Diskominfo Provinsi Jawa Timur kepada Tiga Puskesmas di Pulau Kangean

Kominfo Jatim - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat akses pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan melalui dukungan infrastruktur konektivitas digital. Sebanyak tiga perangkat Starlink diserahkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur kepada tiga Puskesmas di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep.

Penyerahan perangkat tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III yang berlangsung pada 29 Agustus hingga 1 September 2026 di Pulau Kangean.

Ketua Tim Jaringan TIK Bidang Aptika Diskominfo Jatim, Dendy Eka Puspawadi, mewakili Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyerahkan bantuan tersebut kepada perwakilan tiga fasilitas kesehatan penerima.

Tiga Puskesmas yang menerima perangkat Starlink yakni Puskesmas Kangayan, Puskesmas Arjasa, dan Puskesmas Sapeken. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas internet sekaligus mendukung pemanfaatan layanan kesehatan berbasis digital di wilayah kepulauan.

Salah satu perangkat yang diterima Puskesmas Kangayan langsung dimanfaatkan dalam pelaksanaan Telesapa Madura, yakni layanan konsultasi kesehatan jarak jauh yang menghubungkan dokter umum di Puskesmas dengan dokter spesialis dari rumah sakit rujukan.

Dalam pelaksanaannya, Telesapa Madura memanfaatkan aplikasi KOMEN. Ketersediaan konektivitas internet melalui Starlink membantu memperlancar proses telemedisin antara tenaga kesehatan di puskesmas kepulauan dengan dokter spesialis.

Pada kegiatan tersebut, dokter umum Puskesmas Kangayan, dr. Sri Ayu W., melakukan konsultasi mengenai kasus kesehatan anak kepada dr. Anita Febriana, Sp.A., M.Biomed., dari RSUD Sumenep.

Kasus yang dikonsultasikan terutama berkaitan dengan stunting dan gizi balita. Konsultasi tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses masyarakat di wilayah kepulauan terhadap layanan dan keahlian medis.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Cicik Swi Antika, S.KM., M.Kes., mengatakan pemberian tiga perangkat Starlink merupakan bagian penting dalam memperkuat konektivitas layanan kesehatan di wilayah kepulauan.

“Pemberian tiga perangkat Starlink ini menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Dengan dukungan internet yang lebih stabil, tenaga kesehatan dapat lebih mudah berkomunikasi dan berkonsultasi dengan dokter spesialis,” ujarnya.

Cicik menambahkan, pemanfaatan konektivitas digital tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat agar berlangsung lebih cepat dan optimal.

“Sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan optimal,” tambah Cicik.

Pelayanan Kesehatan Bergerak Tahap III di Pulau Kangean merupakan salah satu upaya Pemprov Jatim untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga medis rumah sakit, Dinas Kesehatan Jatim, perguruan tinggi, unsur TNI, perangkat daerah, hingga instansi terkait lainnya.

Pelayanan dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Arjasa, Kangayan, dan Sapeken, serta di RSUD Abuya. Sebanyak 1.138 pasien direncanakan mendapatkan pelayanan, mulai dari skrining, pemeriksaan, pengobatan hingga tindakan medis.

Dukungan konektivitas melalui Starlink menjadi bagian dari penguatan ekosistem pelayanan kesehatan tersebut. Selain mendukung komunikasi dan konsultasi medis, akses internet yang lebih stabil juga membuka peluang pemanfaatan layanan kesehatan digital secara berkelanjutan di fasilitas kesehatan wilayah kepulauan.

Pemanfaatan Starlink dalam Telesapa Madura di Puskesmas Kangayan menjadi salah satu contoh bahwa infrastruktur digital dapat digunakan secara langsung untuk mendukung pelayanan kesehatan. Teknologi tersebut membantu mempertemukan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan dengan dokter spesialis, sehingga keterbatasan akses akibat jarak dan kondisi geografis dapat diminimalkan.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait