DPRD Jatim Harap Sekolah Rakyat Jadi Lokomotif Kemajuan Bangsa
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso Kunjungi Sekolah Rakyat
Kominfo Jatim - Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjadi lokomotif kemajuan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat. Harapan tersebut disampaikan Cahyo usai meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Surabaya menghadapi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di Surabaya.
"Sekolah Rakyat merupakan implementasi upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan sebagai salah satu strategi memutus rantai kemiskinan," katanya.
Menurut Cahyo, program Sekolah Rakyat juga diarahkan untuk memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui penanaman nilai kedisiplinan, kemandirian, cinta tanah air, dan semangat kebangsaan. Ia menilai, secara umum kesiapan sarana dan prasarana sekolah sudah memadai, meskipun masih terdapat sejumlah fasilitas yang tengah dalam tahap penyempurnaan.
"Secara kualitas, infrastruktur dan sarana prasarana memang masih dalam tahapan penyempurnaan, tetapi sudah sangat membanggakan dan cukup baik," ujarnya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Senin (3/8/2026).
Cahyo juga berharap para siswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya sehingga kelak mampu menjadi kebanggaan keluarga, daerah, maupun bangsa. Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Muchamad Arif Ardiansyah, memastikan fasilitas utama SRT 2 Surabaya telah siap digunakan. Ia menjelaskan, asrama serta ruang kelas untuk jenjang SMP dan SMA telah rampung, sedangkan fasilitas bagi tenaga pendidik saat ini tinggal memasuki tahap akhir penyelesaian. SRT 2 Surabaya akan menampung 120 siswa jenjang SMA, 120 siswa SMP, dan 30 siswa SD. Selain itu, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur juga mulai memindahkan 98 siswa kelas rintisan dari Universitas Negeri Surabaya ke lokasi permanen.
Arif menambahkan, peluncuran resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk seluruh jenjang pendidikan dijadwalkan berlangsung pekan depan setelah seluruh peserta didik menyelesaikan rangkaian pemeriksaan kesehatan.
