PWI Jatim: Media Harus Adaptif Hadapi Disrupsi AI
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 1 hari yang lalu
Lutfil Hakim Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur
Kominfo Jatim - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim, menegaskan bahwa media massa harus terus beradaptasi menghadapi disrupsi kecerdasan artifisial (AI) dan perkembangan platform digital agar tetap mampu menjaga kepercayaan publik. Hal tersebut disampaikan Lutfil saat memberikan sambutan dalam ajang Radar Surabaya Awards 2026 di Surabaya.
Mengawali sambutannya, Lutfil menyampaikan apresiasi kepada Radar Surabaya yang mampu bertahan selama lebih dari 25 tahun. Menurutnya, perjalanan tersebut menjadi bukti kemampuan sebuah media dalam menghadapi berbagai dinamika, mulai dari perubahan politik nasional, krisis ekonomi, transformasi media dari cetak menuju digital, hingga pandemi Covid-19.
"Kalau ada media bisa bertahan sampai 25 tahun seperti ini, saya kira ini sangat luar biasa. Ini membuktikan bahwa Radar Surabaya mampu menghadapi perubahan-perubahan yang dahsyat," ujar Lutfil.
Ia menjelaskan, tantangan industri pers semakin berkembang seiring perubahan perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi. Perpindahan pola konsumsi media ke platform digital membuat perusahaan pers harus bersaing dengan berbagai platform yang juga memperebutkan perhatian publik serta belanja iklan.
Memasuki era kecerdasan artifisial, kata Lutfil, media menghadapi tantangan baru berupa perubahan algoritma platform digital yang turut memengaruhi pola konsumsi informasi masyarakat. Kondisi tersebut menuntut perusahaan media untuk terus berinovasi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.
"Media sekarang langsung berhadapan dengan AI, langsung berhadapan dengan algoritma. Yang paling penting adalah bagaimana mampu melakukan adaptasi terhadap perubahan dan mampu menjaga kepercayaan publik," katanya, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Senin (3/8/2026).
Selain perkembangan teknologi, Lutfil juga menyoroti semakin besarnya pengaruh kreator konten dan podcast yang mampu menjangkau audiens dalam jumlah besar, meskipun tidak memiliki sistem kerja jurnalistik seperti perusahaan pers. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi media arus utama untuk terus menghadirkan informasi yang kredibel, akurat, dan berkualitas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Lutfil turut menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima Radar Surabaya Awards 2026. Ia menilai penghargaan bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga amanah atas kepercayaan publik yang harus dijaga melalui dedikasi, inovasi, dan karya yang memberikan manfaat.
"Yang terpenting bukan selebrasi menerima trofi, tetapi bagaimana penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus berkarya, berdedikasi, berinovasi, dan semuanya berujung pada kemanfaatan bagi kehidupan masyarakat," pungkasnya.
