Kominfo Jatim Ajak Mahasiswa Maksimalkan Analisis Data Spasial


Cerdas Digital bersama Politeknik Negeri Malang di Kota Malang

Cerdas Digital bersama Politeknik Negeri Malang di Kota Malang

Kominfo Jatim – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Cerdas Digital bersama Politeknik Negeri Malang di Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung di kampus Politeknik Negeri Malang ini mengangkat tema pemanfaatan data geospasial melalui Portal Satu Peta Jawa Timur untuk mendukung riset dan perencanaan wilayah.

Kepala Bidang Data dan Statistik Diskominfo Jatim, Imam Fahamsyah, mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim, menegaskan pentingnya peran data di tengah transformasi digital dan keterbukaan informasi. Menurutnya, data menjadi fondasi utama dalam merumuskan perencanaan pembangunan sekaligus mengevaluasi kebijakan secara tepat.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi signifikan dalam pengelolaan data, khususnya di bidang pemetaan dan geospasial. Dalam konteks tersebut, Portal Satu Peta Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan lebih luas, tidak hanya sebagai pusat integrasi data, tetapi juga sebagai sarana analisis berbasis spasial.

“Pada era transformasi digital dan keterbukaan informasi saat ini, data menjadi dasar utama dalam merumuskan perencanaan pembangunan dan evaluasi kebijakan. Perkembangan teknologi informasi juga telah mendorong transformasi pengelolaan data, khususnya di bidang pemetaan dan geospasial,” ujar Imam, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Senin (4/5/2026).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Portal Satu Peta Jawa Timur dapat dikembangkan menjadi sistem analitik yang mampu menghasilkan insight berbasis data. Keberadaan portal ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk melakukan analisis dan visualisasi data secara lebih mendalam dan optimal.

Imam juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi geospasial. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami cara membaca peta, tetapi juga harus mampu melakukan analisis spasial, mengolah data, hingga menarik kesimpulan yang akurat.

“Mahasiswa dituntut mampu menghasilkan penelitian berbasis data, termasuk data geospasial yang relevan dan akurat. Tidak hanya memahami peta, tetapi juga melakukan analisis spasial, mengolah data, dan menarik kesimpulan berbasis pemetaan. Karena itu diperlukan penguatan kapasitas dalam pemanfaatan teknologi geospasial yang lebih cerdas dan aplikatif,” jelasnya.

Imam menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Negeri Malang dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap workshop ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan akademisi dalam mendukung kegiatan akademik, riset, maupun penelitian, sekaligus menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem data yang berkualitas dan berkelanjutan di Jawa Timur.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait