Dharma Shanti Nyepi 1948, Khofifah Gaungkan Perdamaian


Perayaan Dharma Shanti Nyepi 1948 Tahun Saka di Surabaya

Perayaan Dharma Shanti Nyepi 1948 Tahun Saka di Surabaya

Kominfo Jatim - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Dharma Shanti Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 bersama sekitar 5.000 umat Hindu dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan digelar di Wantilan Dewaruci Pura Segara Kenjeran, Surabaya, dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya memperkuat nilai perdamaian dan persaudaraan antarumat manusia, sejalan dengan tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”. Menurutnya, tema ini relevan dengan kondisi global yang masih diwarnai konflik dan ketegangan.

“Temanya saya pikir kuat sekali. Tuhan yang Maha Kuasa ciptakan manusia di mana-mana sebagai satu keluarga. Bagaimana kita ini merasakan dan menjadikan satu bumi, satu keluarga. Tetapi bahwa keluarga besar secara global hari ini sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

“Oleh karena itu, mari tetap kita kuatkan doa kita mudah-mudahan Allah Tuhan yang Maha Kuasa memberikan bumi ini damai, dan bahwa antar sesama manusia bisa saling memberikan penyejuk dan saling menyemai kasih,” imbuhnya.

Gubernur Khofifah juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga perdamaian, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global.

“Bumi ini kan juga global. Maka kalau ini satu bumi satu keluarga, bagaimana sesungguhnya kita semua punya peran untuk menghentikan perang dan bangun suasana yang damai,” tuturnya.

“Jadi sebetulnya Dharma Santi Nyepi 1948 Tahun Saka dan 2026 Tahun Masehi ini mengajak kita semua sebagai keluarga besar Jawa Timur, keluarga besar Indonesia, dan keluarga besar dunia untuk bisa menghentikan perang dan bangun perdamaian. Bisa disuarakan siapapun dan dari manapun. Saya rasa resonansinya akan ketemu pada saatnya,” lanjut Khofifah, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Rabu (6/5/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu Jawa Timur atas peran aktif dalam menjaga kerukunan dan memperkaya kehidupan sosial budaya.

“Terima kasih. Hari ini hari yang indah. Terima kasih untuk panitia yang luar biasa. Terima kasih untuk umat Hindu yang luar biasa. Terima kasih untuk para pemuda yang luar biasa. Salam bahagia, sejahtera, penuh damai untuk kita semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PHDI Jawa Timur I Gusti Putu Raka Arthama menyampaikan bahwa Dharma Shanti Nyepi menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas umat beragama, terlebih bertepatan dengan perayaan Idulfitri dan Paskah.

“Jadi di bulan Maret dan April, kita berturut-turut merayakan hari raya keagamaan yang luar biasa.Mudah-mudahan ini membawa manfaat bagi kita semua, memberi vibrasi positif bagi kita di Jawa Timur, di Nusantara, dan di dunia,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tema yang diusung mencerminkan semangat kebersamaan sebagai satu keluarga besar.

“Kita satu keluarga. Mari semangat ini kita jadikan dasar bagi kita untuk menjadi manusia-manusia yang lebih baik, yang lebih bisa berperan sebagai warga Jawa Timur untuk kemajuan di Jawa Timur,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim terhadap umat Hindu di Jawa Timur.

“Kami juga nyampaikan terima kasih atas perhatian, bantuan, dan dukungan dari Bu Gubernur juga Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk umat hindu di Jawa Timur,” pungkasnya.

Rangkaian Dharma Shanti Nyepi Tahun Saka 1948 diisi dengan Dharma Wacana, doa Puja Tri Sandhya, pembacaan sloka suci Weda, serta pertunjukan seni budaya seperti Sendratari Asmara Jenggala dan Tari Sekar Jagat. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat nilai kebersamaan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait