Hardiknas 2026, Jatim Perkuat SDM Unggul dan Inovasi Pendidikan
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 05 Mei 2026 09.35 WIB
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jawa Timur
Kominfo Jatim - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jawa Timur berlangsung khidmat dan penuh makna. Upacara yang digelar di Gedung Negara Grahadi, menjadi momentum memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan diawali dengan pengibaran Sang Merah Putih oleh tim gabungan pelajar lintas jenjang, dilanjutkan pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta Ikrar Pelajar Indonesia.
Dalam amanatnya, Khofifah menegaskan bahwa capaian pendidikan di Jawa Timur merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Ia menyebut, selama tujuh tahun berturut-turut, siswa SMA dan SMK di Jawa Timur berhasil diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes.
“Artinya kita melakukan berbagai ikhtiar dengan kerja sama dan sinergi yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas generasi muda melalui penguatan kesehatan siswa serta pembelajaran yang adaptif, termasuk pengendalian penggunaan gawai di lingkungan sekolah.
Sebagai bentuk apresiasi, dalam upacara tersebut diberikan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada tenaga pendidik yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun. Selain itu, penghargaan Jer Basuki Mawa Beya juga diberikan kepada tokoh, praktisi, serta mitra strategis yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Jawa Timur.
Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah turut meluncurkan 40 sekolah berintegritas menuju zona integritas. Program ini menjadi langkah konkret dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berintegritas.
Perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik juga menjadi fokus. Pemprov Jatim berkomitmen mengakomodasi guru non-ASN dalam formasi PPPK secara lebih merata.
“Pemprov Jawa Timur berkomitmen untuk mengakomodir guru non-ASN dalam formasi PPPK agar bisa dilakukan secara lebih merata,” tegasnya.
Rangkaian Hardiknas 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti penampilan seni pelajar, konvoi kendaraan listrik karya siswa SMK, pemberian santunan, hingga apresiasi bagi siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional. Inovasi kendaraan listrik tersebut menunjukkan kemampuan siswa dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan industri sekaligus mendukung energi ramah lingkungan.
Menurut Khofifah, pendidikan harus melampaui capaian akademik semata dengan tetap menanamkan nilai kemanusiaan dan integritas.
“Kita butuh pendidikan yang tidak sekadar mengejar prestasi, tetapi juga merawat kemanusiaan, membentuk karakter, dan integritas,” tegasnya, melalui laman resmi Kominfo Jatim, dilansir Senin (5/5/2026).
Momentum Hardiknas 2026 ini menjadi penguat kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, dunia usaha hingga masyarakat, dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkualitas, sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
