Cegah Keterlambatan Bicara, Bayi di Raas Jalani Skrining


Cegah Gangguan Bicara, 51 Bayi di Pulau Raas Ikuti Skrining Pendengaran

Cegah Gangguan Bicara, 51 Bayi di Pulau Raas Ikuti Skrining Pendengaran

Kominfo Jatim - Upaya deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi dan anak usia dini terus diperkuat melalui kegiatan skrining yang digelar di Puskesmas Raas, Pulau Raas Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan gangguan pendengaran dapat ditemukan sejak awal agar tidak menghambat perkembangan kemampuan bicara anak di masa depan. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 51 bayi usia 0–12 bulan telah menjalani skrining pendengaran dengan hasil yang bervariasi antara kategori pass dan refer. Dari jumlah tersebut, 22 bayi dinyatakan normal dan cukup dilakukan observasi perkembangan bicara di rumah, sementara 29 bayi lainnya memerlukan tindak lanjut medis lebih lanjut. Selain bayi, skrining juga dilakukan terhadap kelompok usia lain, yakni 4 orang dewasa yang menunjukkan tingkat gangguan pendengaran dengan derajat ringan hingga sangat berat. Pemeriksaan turut mencakup 29 pasien poli serta 3 pasien operasi terkait gangguan THT. Dokter spesialis THT dari RSUD Dr. Soetomo, dr. Ishak Kristian Kartorahardjo, Sp.THTBKL, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan pendekatan 1–3–6 untuk penanganan gangguan pendengaran sejak dini.

"Standar WHO itu 1–3–6, yaitu skrining pada usia 1 bulan, diagnosis pada usia 3 bulan, dan tata laksana pada usia 6 bulan. Ini penting untuk mencegah keterlambatan perkembangan komunikasi anak," ujar Ishak, melalui laman Kominfo Jatim, dilansir Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, namun kegiatan tetap dapat berjalan dengan baik berkat dukungan berbagai pihak dan pemanfaatan alat pemeriksaan OAE.

"Kendala utama biasanya pada keterbatasan waktu dan kebutuhan ruang yang benar-benar tenang. Namun dengan kolaborasi alat OAE dari RSUD Dr. Soetomo dan Hearing Vision, skrining tetap bisa dilakukan secara optimal," tambahnya.

Dari target awal sebanyak 160 bayi, sebanyak 51 bayi berhasil dijangkau dan mendapatkan pemeriksaan dalam kegiatan skrining tersebut. Capaian ini menjadi langkah awal penting dalam upaya memperluas jangkauan deteksi dini gangguan pendengaran di wilayah kepulauan.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait