Tari Kolosal Satya Bumi Meriahkan HUT ke-81 Jawa Timur


Tarian Kolosal Satya Bumi Jawa Timur

Tarian Kolosal “Satya Bumi Jawa Timur” Menyemarakkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur

Kominfo Jatim – Tarian kolosal “Satya Bumi Jawa Timur” turut menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026). Pertunjukan yang dipersembahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur tersebut mengangkat kekayaan budaya, semangat kebersamaan, serta harapan akan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Pertunjukan diawali dengan doa dan harapan kepada Allah SWT agar tanah Jawa Timur senantiasa dilimpahi keberkahan, kesuburan, kekayaan laut yang membawa kehidupan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. Lantunan lagu Ilir-Ilir mengiringi pesan tentang semangat untuk terus tumbuh melalui karya dan pembangunan. Sementara itu, hentakan musik Ul Daul menggambarkan energi kebersamaan masyarakat Jawa Timur yang mampu menyatukan keberagaman, mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan, serta dari wilayah perdesaan hingga perkotaan.

Pertunjukan kemudian membawa penonton menyusuri perjalanan dalam menjaga dan merawat kekayaan budaya Jawa Timur, dari Banyuwangi hingga Ngawi. Beragam ekspresi seni tradisional yang ditampilkan menjadi bagian dari rangkaian cerita tentang identitas dan keberagaman budaya daerah. Seluruh unsur pertunjukan berpuncak pada harmoni yang menggambarkan persatuan masyarakat Jawa Timur. Melalui “Satya Bumi Jawa Timur”, keberagaman seni dan tradisi ditampilkan sebagai kekuatan yang menyatukan masyarakat sekaligus menjadi bagian penting dari identitas daerah.

Tarian kolosal ini disutradarai Abing Santoso, dengan Irfan Nur Mahmudi sebagai asisten sutradara. Komposisi musik digarap oleh Suwandi Widianto, Karvian Vega Alfian, dan Koirun Niam. Sementara itu, koreografi ditangani Agus Setyawan, Mirna Arfianti, Vita Eprillia Sang Aji, Ayu Ratna Saei, dan Rizkio Diwa, dengan Dhimas Respati Palguna sebagai kurator. Adapun tata rias dan busana ditangani Ndower Art Collection. Pementasan ini melibatkan sejumlah sanggar dan komunitas seni binaan Disbudpar Jatim, yakni Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), SMKN 12 Surabaya, Sanggar Putra Bima Respati (PBR) Surabaya, Sanggar Baya Runcing, Ul Daul Pamekasan Madura, Barong Prèjèng Banyuwangi, Reyog Ponorogo, Gajah-Gajahan Ponorogo, serta Singo Ulung Bondowoso.

Kolaborasi seniman, pelajar, mahasiswa, dan komunitas seni tersebut menghadirkan beragam tradisi dari berbagai wilayah di Jawa Timur dalam satu pertunjukan. Keterlibatan mereka juga menunjukkan peran sanggar dan komunitas seni dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat. Melalui “Satya Bumi Jawa Timur”, peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan daerah, tetapi juga ruang untuk menampilkan keberagaman seni dan tradisi sebagai bagian dari identitas serta kekuatan masyarakat Jawa Timur.

Bagikan artikel ini

Komentar ()

Video Terkait