Jatim Gelar Pasar Murah di Mojokerto, Bapok Dijual Murah
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 13 jam yang lalu
Gubernur Khofifah Tinjau Pasar Murah Mojokerto
Kominfo Jatim — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Pasar Murah sebagai upaya mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok (bapok) dengan harga terjangkau. Kegiatan yang berlangsung di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, tersebut menjadi pelaksanaan Pasar Murah ke-139 yang digelar Pemprov Jatim sepanjang 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pelaksanaan Pasar Murah dilakukan secara berkeliling di berbagai wilayah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Harapannya, keterjangkauan itu bisa kita dekatkan, sekaligus memberikan ruang untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Ini juga bagian dari upaya stabilisasi harga dan inflasi,” kata Gubernur Khofifah usai meninjau pasar murah, didampingi oleh Bupati Mojokerto.
Menurut Khofifah, kehadiran Pemprov Jatim melalui Pasar Murah merupakan bagian dari upaya memperkuat langkah pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
“Kita melapisi apa yang sudah dilakukan kabupaten dan kota, serta mensubstitusi apa yang mungkin bisa kita kuatkan,” ujar Gubernur Khofifah.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional. Salah satunya minyak goreng yang dijual seharga Rp13.000 per liter, sementara harga di pasar tradisional dapat mencapai sekitar Rp17.000 per liter.
Komoditas gula pasir juga ditawarkan dengan harga Rp14.000 per kilogram. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga di pasar yang berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.500 per kilogram.
Selain minyak goreng dan gula pasir, Pasar Murah juga menyediakan sejumlah kebutuhan lainnya, seperti telur, daging ayam, beras SPHP, serta buah-buahan. Kehadiran berbagai komoditas tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Gubernur Khofifah menegaskan, harga sejumlah komoditas yang disediakan dalam Pasar Murah berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemprov Jatim dalam menjaga keterjangkauan harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi di Jawa Timur.
Dengan digelarnya Pasar Murah secara berkelanjutan dan menyasar berbagai daerah, Pemprov Jatim berupaya memastikan manfaat stabilisasi harga dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok sehari-hari.
