HUT ke-81 Jatim, Pemprov Gelar Jatim Fest dan EJIF 2026
- Yohanes Vandy Indra Prasetya, S.I.Kom
- •
- 2 jam yang lalu
Pemerintah Provinsi Jawa Timur Menggelar Jatim Fest 2026 dan East Java Investment Forum (EJIF) 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya
Jatim Newsroom – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Jatim Fest 2026 dan East Java Investment Forum (EJIF) 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak tersebut menjadi ajang promosi potensi daerah sekaligus mendorong investasi dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan, Jumat (2/10/2026).
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, EJIF 2026 menjadi momentum untuk memperkuat iklim investasi sekaligus memperluas kolaborasi di Jawa Timur. Sejumlah sektor dinilai memiliki peluang investasi yang besar, di antaranya manufaktur, infrastruktur, agroindustri, dan pariwisata.
Pada EJIF 2026, sebanyak 28 proyek investasi ditawarkan dengan total potensi nilai mencapai Rp73,77 triliun. Menurut Emil, peluang tersebut perlu didukung dengan penguatan konektivitas, hilirisasi, rantai pasok, serta kawasan industri agar posisi Jawa Timur sebagai salah satu gerbang ekonomi nasional semakin kuat.
“Jawa Timur ini adalah gerbang baru Nusantara. Kita ingin memastikan konektivitas, hilirisasi, rantai pasok, dan kawasan industri dapat terus diperkuat,” ujar Emil.
Selain menawarkan peluang investasi, pelaksanaan Jatim Fest dan EJIF juga menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha dan calon investor. Forum tersebut sekaligus memperkenalkan berbagai potensi ekonomi dan peluang kerja sama yang dimiliki Jawa Timur.
“Keberadaan Jatim Fest dan EJIF ini menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi ekonomi Jawa Timur sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon investor,” ujar Emil.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dalam laporannya menyampaikan, Jatim Fest 2026 berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Exhibition Hall Grand City Surabaya. Kegiatan tersebut menggabungkan berbagai agenda promosi potensi daerah, inovasi, komunikasi, bisnis, hingga hiburan.
Sementara itu, EJIF 2026 digelar pada 1–2 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Empowering East Java: Resilient, Sustainable, and Inclusive Investment”. Forum tersebut menawarkan 28 Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan nilai potensi investasi mencapai Rp73,77 triliun.
Selain pameran proyek investasi, EJIF juga menghadirkan business meeting, one-on-one meeting, kunjungan proyek, serta forum kemudahan berusaha. Hingga pukul 11.00 WIB, tercatat 11 proyek telah masuk dalam penandatanganan MoU dengan nilai mencapai Rp2,4 triliun.
“Ini bukan sekadar komitmen, tetapi sudah masuk dalam kontrak yang selanjutnya akan ditindaklanjuti menjadi realisasi investasi,” kata Adhy.
Dukungan terhadap penguatan investasi juga datang dari sektor jasa keuangan. Kepala OJK Jawa Timur Horas V.M. Tarihoran mengatakan, Jatim Fest dan EJIF menjadi ruang yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, investor, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kegiatan tersebut, OJK turut menghadirkan Pojok Keuangan Rakyat sebagai bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan. Fasilitas tersebut ditujukan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan, membuka akses pembiayaan, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelindungan konsumen sektor keuangan.
“Melalui Pojok Keuangan Rakyat, masyarakat bisa mendapatkan edukasi, konsultasi, informasi akses pembiayaan, hingga layanan pelindungan konsumen,” ujar Horas.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ibrahim menekankan bahwa investasi tidak hanya berdampak pada masuknya modal, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
Bank Indonesia turut mendukung pengembangan berbagai proyek investasi di Jawa Timur melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Investasi bukan hanya soal modal yang masuk, tetapi bagaimana investasi tersebut mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ibrahim.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peluncuran logo Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jatim juga memberikan apresiasi kepada para pemenang Sayembara Logo Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Juara pertama diraih Noky Tri Hariyadi dari Kota Surabaya.
Penyelenggaraan Jatim Fest 2026 dan EJIF 2026 menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan masyarakat. Melalui forum tersebut, Jawa Timur terus membuka ruang bagi pengembangan potensi daerah, penguatan investasi, serta lahirnya berbagai peluang kerja sama baru yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
