NGAOS Bareng Diskominfo dan RTIK
Dengan menjaga diri untuk tetap aktif, kreatif, produktif serta positif maka kita telah menjaga diri kita dari dampak psikologis yang mungkin dapat muncul seperti rasa sedih, sia-sia bahkan frustrasi. Meskipun WFH harus tetap produktif, WFH mau tidak mau telah menimbulkan dinamika permasalahan serta dampak tersendiri bagi para karyawan.
Keterbatasan produktivitas di masa pandemi. Work From Home (WFH) memungkinkan para karyawan menemui distraksi / gangguan dalam bekerja, misalnya antara lain suara bising, anak rewel, fasilitas kerja di rumah yang kurang memadai (meja, space, AC, penerangan lampu ruangan maupun laptop). Team Work dan koordinasi sangat diperlukan demi terciptanya kerja yang optimal. Namun kondisi WFH atau sistem shift membuat hal tersebut sulit terealisasi.
Disatu sisi, para karyawan diminta untuk tetap “ perform ” dengan target serta scope of work yang tidak berubah. Hanya lokasi bekerjanya saja yang berpindah dari kantor ke rumah.
Terdapat four step to break the challenge antara lain penerimaan terhadap kondisi diri dan situasi, hikmah apa yang bisa saya petik?, lakukan penyelesaian masalah berdasarkan strategi yang tepat, to break the challenge and accept “the new normal”.
Selain itu, terdapat materi seperti Literasi digital, hoaks mental sehat mental, Understanding online behavior (communication study perspective) dan Personal cyber security awareness, ada lima materi diskusi fundamental yaitu online security fundamental, safe digital behavior, addicted to internet, cyber bulling, social media privacy. Sedangkan 10 steps to cyber security antara lain network security, user education and awareness, malware prevention, removable media controls, secure configuration, managing user privileges, incident management, monitoring, home and mobil work.